Minggu, 02 Juni 2013

TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN



BAB II
PENDAHULUAN

1.1.      LATAR BELAKANG
E-KTP atau KTP Elektronik adalah suatu dokumen kependudukan yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi seorang penduduk. E-KTP  merupakan suatu proyek yang dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2011.
E-KTP  ditargetkan  merupakan  perbaikan  dari  KTP konvensional yang memiliki beberapa kelemahan. Beberapa di antaranya ialah KTP konvensional memungkinkan sesorang dapat memiliki lebih dari sati KTP. Hal ini tentunya dapat berakibat fatal kepada pembangunan nasional, karena dengan KTP yang ganda, akan terjadi peluang untuk tindak kriminal, seperti menghindari pajak, memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota, mengamankan korupsi, menyembunyikan identitas, dan sebagainya. E-KTP yang direncanakan pemerintah akan bersifat unik, yaitu satu orang hanya boleh memiliki satu KTP.
Selain itu,  proyek E-KTP  menargetkan terbentuknya KTP Elektronik yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pengurusan izin, pembukaan rekening bank, dan lainnya. Selain dari sisi penggunaan, E-KTP ditargetkan untuk bekerja dengan baik dari sisi keamanannya. E-KTP dirancang agar data pribadi yang tersimpan didalamnya aman dan tidak dapat dibobol oleh pihak – pihak yang tidak berkepentingan.
1.2.      RUMUSAN MASALAH
1)      Apa yang dimaksud case study?
2)      Bagaimana Prinsip Dasar e-KTP?
3)      Analisis SWOT mengenai perencanaan dan pengedalian e-KTP



BAB II
PEMBAHASAN

2.1.      CASE STUDY

Case Study atau studi kasus adalah rangkuman pengalaman pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang guru/dosen dalam praktik pembelajaran mereka di kelas. Pengalaman tersebut memberikan contoh nyata tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru pada saat mereka melaksanakan pembelajaran.
Melalui pengkajian Case Study dalam pembelajaran dengan segala komponennya, para guru dapat melakukan evaluasi diri (self evaluation), dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik pembelajaran mereka di kelas.
Case Study ditulis dalam bentuk narasi dan berisi pengalaman pembelajaran yang paling berkesan yang Anda ingat karena kesuksesannya, kesulitan, atau pengalaman yang penuh problematika.

2.2.      PRINSIP DASAR e-KTP

             A.        E-KTP (KTP Elektronik)
E-KTP atau KTP Elektronik adalah suatu dokumen kependudukan yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi seorang penduduk. E-KTP mengandung data pribadi penduduk yang berbasis pada Database Kependudukan Nasional. Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Informasi yang terdapat pada E-KTP ditanam pada suatu chip yang dimasukkan dalam kartu dan ditampilkan pada kartu. Informasi yang tersebut ialah,
1)      NIK (Nomor Induk Kependudukan)
2)      Nama lengkap
3)      Tempat dan tanggal lahir
4)      Jenis kelamin
5)      Agama
6)      Status perkawinan
7)      Golongan darah
8)      Alamat
9)      Pekerjaan
10)  Kewarganegaraan
11)  Foto
12)  Masa berlaku
13)  Tempat dan tanggal dikeluarkannya Kartu Tanda Penduduk.
14)  Tanda tangan pemegang Kartu Tanda Penduduk
15)  Nama  dan  nomor  induk  pegawai  pejabat  yang menandatanganinya.
Data tersebut diambil melalui proses pendaftaran E- KTP. Pada proses pendaftaran tersebut, selain mengambil data kependudukan, pendaftar juga diambil sidik jari dan sidik matanya. Data tersebut kemudian disimpan dalam kartu dan dalam Database Kependudukan Nasional.
             B.        Fungsi dan kegunaan e-KTP adalah :
·         Sebagai identitas jati diri.
·         Berlaku Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya;
·         Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP; Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.
Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6 Perpres No.26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional Jo Perpres No. 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres No. 26 Tahun 2009 yang berbunyi :
·         KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;
·         Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;
·         Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database kependudukan;
·         Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan : Untuk WNI, dilakukan di Kecamatan; dan Untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di Instansi Pelaksana *). 5.
·         Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;
·         Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
·         Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh Peraturan Menteri.

             C.        Rancangan Sistem Sidik Jari Sebagai Kunci
Sidik jari adalah suatu bekas yang dihasilkan dari jari manusia, baik itu jari  tangan ataupun jari  kaki.  Bekas tersebut terbentuk dari perbedaan kedalaman kulit pada jari di mana perbedaan tersebut membentuk suatu struktur biometrik tertentu.
Sidik  jari  memiliki  sifat  unik  untuk  setiap  orang. Artinya setiap orang memiliki sidik jari yang tidak persis sama dengan orang lain, kecuali pada beberapa kasus seperti penyakit tanpa sidik jari, sidik jari terbakar, atau sebagainya. Hal ini dimanfaatkan dalam melakukan identifikasi. Sidik jari merupakan salah satu alat untuk identifikasi manusia yang paling sederhana dan mudah digunakan.
karena sifatnya yang unik, sidik jari dapat digunakan sebagai  kunci  dalam  melakukan enkripsi dan  dekripsi. Dengan menggunakan sidik jari sebagai kunci, hanya orang yang memiliki sidik jari tersebut yang dapat melakukan enkripsi dan dekripsi. Selain itu, tidak seperti kunci  yang berupa  string, sidik jari  sangat sulit  untuk dipalsukan. Teknologi identifikasi sidik jari saat ini pun telah dilengkapi dengan pendeteksi sidik jari palsu atau sidik jari buatan.
             D.        Hashing
Hash adalah suatu fungsi matematis yang membentuk suatu data berdasarkan data yang dimasukkan. Pada aplikasinya, dari suatu data yang merupakan array of byte, akan dibentuk suatu array of byte yang memiliki panjang tertentu.
             E.         AES (Advanced Encryption Standard)
Advanced Encryption Standard (AES) adalah sebuah algoritma kriptografi kunci simetris yang merupakan standar yang saat ini digunakan dalam enkripsi kunci simetris. Algoritma ini dapat melakukan enkripsi dan dekripsi data berukuran 128 bit dengan kunci yang berukuran 128, 192, atau 256 bit.
              F.         Algoritma kunci publik
Disebut juga algoritma kriptografi kunci asimetris, algoritma  ini  menggunakan kunci  yang  berbeda  untuk proses enkripsi dan dekripsinya. Pada aplikasinya, kunci untuk  enkripsi  biasanya  disebar  secara  umum,  tetapi kunci untuk dekripsi hanya diketahui oleh pemilik kuncinya saja.
Algoritma  ini  dianalogikan  seperti  kotak  pos  yang dapat dikirimi pesan oleh banyak orang. Akan tetapi, hanya pemilik kunci kotak pos tersebut yang dapat membacanya.
             G.        Watermarking
Watermarking adalah suatu teknik penyembunyian data ke   dalam   suatu   data   digital.   Watermarking   biasa digunakan untuk menyisipkan suatu informasi tertentu baik itu yang bersifat umum ataupun rahasia ke dalam media digital seperti gambar, suara, ataupun media lainnya.


2.3.      Analisis SWOT mengenai perencanaan dan pengedalian e-KTP
A.    Strength (kekuatan)
Jika dilihat dari segi keunggulan, eKTP tentu sangat banyak manfaatnya di antaranya sebagai berikut:
1)      Tidak akan ada lagi orang/penduduk yang memiliki lebih dari 1 (satu) KTP walaupun berganti nama ataupun pindah di daerah lain. Maksudnya jika seseorang telah memiliki eKTP atau telah melakukan perekaman data eKTP di Kota Kendari, dan selanjutnya ia pindah lagi ke Kabupaten Muna untuk melakukan perekaman dan seterusnya mungkin pindah ke Papua, hanya sia-sia. eKTP yang ia akan miliki hanya di Kota Kendari dan tidak akan pernah mendapatkan eKTP di daerah lainnya. 
2)      Dapat digunakan untuk menangkap dan mencegah terorisme. Karena hanya memiliki 1 KTP maka seseorang yang akan pindah di tempat lain tidak dapat pindah seenaknya sebab harus diketahui oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asal dan yang dituju. Kalau ia pindah tanpa surat pindah, ia tidak akan mendapatkan eKTP di tempat yang dituju. Selain itu, mungkin seorang teroris tidak melakukan perekaman data eKTP sehingga tidak memiliki eKTP, maka dengan mengadakan razia eKTP, teroris cepat akan tertangkap.
3)      Mempermudah identifikasi seseorang. Salah satu contoh adalah seseorang yang mengalami kecelakaan dan tidak dapat dikenali lagi begitu juga eKTP yang dimiliki orang tersebut tidak ditemukan, hanya dengan sidik jari yang bersangkutan dapat diketahui siapa orang tersebut dan dari mana asalnya. Contoh lain adalah jika sebuah rumah dimasuki pencuri melalui jendela dan di jendela tersebut meninggalkan jejak sidik jari, maka akan cepat diketahui siapa yang mencuri.
4)      Melindungi Kreditur dan mencegah korupsi. Maksudnya adalah jika seseorang memiliki hutang kepada orang lain atau bank, karena mungkin tidak dapat dilunasi dan akhirnya ia melarikan diri. Walaupun ia melarikan diri, ia dapat diketahui dimana ia berada atau pasti akan kembali lagi ke tempat asalnya karena urusan eKTP sebab ia tidak akan pernah memiliki eKTP di tempat lain. Seorang koruptor tidak akan bisa lari keluar negeri sebab penerbitan paspor akan berdasarkan pada data eKTP dan tidak dapat menggunakan paspor orang lain atau menggunakan nama orang lain, dan masih banyak lagi keunggulan lainnya.
B.     Weakness (kelemahan)
Adapun kelemahan dalam pembuatan e-ktp ini adalah :
1)      Terdapat kesalahan data penduduk. Dalam proses perekaman data eKTP, seorang operator akan mengonfirmasi kepada penduduk yang bersangkutan apakah datanya sudah benar atau belum dan selanjutnya proses perekaman dilanjutkan. Akan tetapi karena banyaknya orang atau karena perekaman hingga larut malam, maka penduduk yang direkam datanya tidak ditanya lagi atau ditanya tapi lupa menyuntingnya yang pada akhirnya data penduduk yang bersangkutan menjadi tidak sesuai dengan yang sebenarnya sehingga mengakibatkan data penduduk yang bersangkutan salah.
2)      Saat penduduk melakukan perekaman data di Kecamatan/ Kelurahan/Mobile, data penduduk tidak ada dan ia disarankan untuk melakukan pembuatan Kartu Keluarga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang lokasinya sangat jauh dan akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.
3)      eKTP yang sudah dicetak tidak diaktivasi. Perlu diketahui bahwa eKTP yang telah jadi harus diaktivasi di tempat dimana melakukan perekaman data. Proses aktivasi ini untuk melihat apakah data penduduk yang bersangkutan valid atau invalid. Validitas data penduduk dapat dibuktikan dengan sidik jari sebab jika yang melakukan sidik jari bukan pemilik yang sebenarnya maka eKTP tidak akan dapat diaktivasi. Kenyataan di lapangan ada beberapa masyarakat yang eKTP-nya tidak diaktivasi atau tidak aktif. Ada beberapa daerah saat pendistribusian eKTP, eKTP yang sudah jadi langsung diberikan kepada masyarakat dan nanti masyarakat sendiri yang pergi melakukan aktivasi sendiri, namun karena tempatnya jauh, masyarakat kemungkinan malas melakukan aktivasi eKTP. Selain itu, Kecamatan/Desa yang dilayani secara mobile mungkin eKTP-nya dibagikan tanpa melalui tahap aktivasi terlebih dahulu.
4)      Data eKTP Benar tapi foto pemilik tidak sesuai, eKTP tetap dibagikan.
5)      Infrastruktur Kurang Memadai. Memang pertumbuhan Internet di Indonesia sudah sangat maju. Namun tidak semuanya menjangkau ke daerah-daerah terpencil. Juga tidak semua orang bisa mengoperasikan komputer dengan baik. Seharusnya daripada mencanangkan program e-KTP, seharusnya pemerintah mengadakan program "Indonesia BerInternet". Maksudnya adalah pemerintah mengayakan jaringan Internet untuk semua wilayah. Baik di kota, maupun di desa. Atau juga dengan mengintegrasikan antara jalur Internet dengan instalasi listrik sehingga hanya dengan mencolokan cocolok (aduh, bahasa Indonesianya apa ya) ke stopkontak, kita langsung dapat terhubung ke Internet.

C.    Opportunity (peluang)
Adapun peluang dalam pembuatan e-ktp ini adalah :
1)      Terbangunnya database kependudukan yang akurat di tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Pusat;
2)      Database kependudukan Kab/Kota tersambung (on-line) dengan Provinsi dan Pusat dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK);
3)      Database kependudukan Depdagri dan daerah tersambung (on-line) dengan Instansi pengguna.
4)      TERTIB PENERBITAN NIK, NIK diterbitkan setelah penduduk mengisi biodata penduduk per keluarga (F-1.01) dengan menggunakan SIAK;
5)      Tidak adanya NIK ganda;
6)      Pemberian NIK kepada semua penduduk harus selesai akhir tahun 2011.
7)      TERTIB DOKUMEN KEPENDUDUKAN (KK, KTP, AKTA PENCATATAN SIPIL) Prosesnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
8)      Tidak adanya dokumen kependudukan ganda dan palsu.

D.    Threat (ancaman)
Adapun ancaman dalam pembuatan e-ktp ini adalah :
1)      Rawan Hacking
Karena e-KTP menggunakan program komputer dalam pembuatannya, maka pasti akan ada celah yang bisa dieksploitasi oleh cracker untuk mencuri data seseorang pada e-KTP. Walaupun jarang terdengar cracker yang melakukan aksi di Indonesia, tapi pasti ada. Bahkan banyak. Lihat saja kasus defacing di Indonesia pada tahun 2011 banyak terjadi termasuk saat defacing situs PSSI yang menghebohkan itu. Selain itu, server yang menunjang e-KTP juga harus selalu siaga 24 jam setiap harinya agar mudah diakses. Tapi kita tahu bahwa di Indonesia rawan dengan pemadaman bergilir. Sehingga jika listrik yang menghidupkan server e-KTP mati, maka akan sangat gawat sekali. Belum keamanan server baik itu secara langsung maupun secara virtual harus selalu dijaga.
2)      Wajib Mengirimkan Data yang Sangat Pribadi
Dari yang mimin tahu, e-KTP ini selain harus memasukan data pribadi selain nama, alamat, status, pengguna e-KTP juga diharuskan memindai retinanya yang jelas-jelas itu merupakan data yang sangat rahasia dari seorang manusia selain sidik jari. Memang alasannya untuk keamanan, tapi terlalu berlebihan untuk memasukan data retina. Kesannya seperti memata-matai.
3)      Proyek e-ktp yang menelan dana 5,9 T dan seharusnya sudah dimulai pelaksanaannya agustus 2011 lalu berpotensi gagal. Proses kegagalan e-ktp yang behubungan dengan peran aksiolgisnya mengingat ketidak pastian sebagian besar masyarakat terhadap peranan dan fungsi e-ktp



BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

E-KTP  adalah  suatu  tanda  pengenal  bagi  penduduk yang merupakan perbaikan dari KTP yang lama, yaitu dengan adanya kemampuan untuk menyimpan informasi kependudukan dalam bentuk data. Hal ini dapat menciptakan pengolahan data pada E-KTP melalui komputer. Salah satu pengolahan tersebut ialah dari segi keamanan dari E-KTP tersebut. Dalam perancangan suatu sistem keamanan, yang harus diperhatikan tidak hanya kekuatan algoritmanya saja, tetapi juga bagaimana algoritma tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien.
E-KTP sangat perlu untuk dapat menciptakan sistem administrasi kependudukan yang rapi dan teratur dalam rangka mempermudah pemberian pelayanan publik oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat. Pemanfaatan e-KTP diharapkan dapat berjalan lancar karena memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat membantu pemerintah dan masyarakat yang bersangkutan dalam hal pemberian dan pemanfaatan pelayanan publik


DAFTAR PUSTAKA



RESUME METODE PENELITIAN SOSIAL



BAB I
PERSPEKTIF METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
A.    Pengertian Metode Penelitian
Metode penelitian adalah  cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dengan demikian terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan. Carailmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris dan sistematis.Rasional berartikegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
            Data yang diperoleh melalui penelitian ittu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid.Valid menunjukan derajat ketetapan antara data sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering  sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya, dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas. Pada umumnya kalau data itu reliable dan obyektif, mka dapat kecenderungan data tersebut.
            Data yang valid pasti reliabel dan obyektif, reliabel yang berkenaan derajad konsistensi/keajegan data dalaminyerval waktu tertentu.Sedangkan dayat yang reliabel belum tentu valid.
            Setiap penelitian mempunyai tujuan dan keguanaan tertentu. Secara umu  penelitian ada tiga macam yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu, dan pengenbangan berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
            Secara umum data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahani, memcahkan, dan menngantisipasi masalah.Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu, memcahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupaykan agar masalah tidak terjadi.
B.     Jenis-jenis Metode Penelitian
Jenis-jenis metode penelitian dapat diklasifikasikan berdasarkan, tujuan dan tingkat kelamiahan (natural setting) obyek yang diteliti.Berdasarkan tujuan, metode penelitian dapat diklasifikasikan menjadi penelitian dasar (basic research), penelitian terapan (applied research) dan penelitian pengenmbangan (research and development).
            Gay (1977) menyatakan sebenarnya sulit untuk mambedakan anatara penelitian murni (dasar) dan terapan secara terpisah, karena keduanya terletak pada satu garis kontinum.
            Jujun S. Suriasumantri (1985) menyatakan bahwa penelitian dasar atau murni adalah penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan yang sebelumnya belum perbah dikatahui, sedangkan penelitian terapan adalah bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehiduppan praktis.
            Dalam bidang pendidikan , Borg and Gall (1988) menyatakan bahwa, penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), merupakan metode penelitian ang digunakan untuk mengembangangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran.
C.    Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif
Terdapat bebrapa istilah pada kedua metode tersebut. Menurut Borg and Gall (1989) metode kuantitiaf dan kualitatif sering dipasangkan dengan nama metode yang tradisional, dan metode baru; metode positivistic dan metode postpositivistik; metode scientific dan metode artistic, metode konfirmasi dan temuan; serta kuantitatif dan inperatif.jadi metode kuantitatif sering dinamakan metode tradisional, positivistic, scientific, dan metode discovery. Selanjutnya metoe kualitatif sering dinamakan sevagai metode baru, pospositivistik, artistic dan interpretiveresearch.
D.    Perbedaan penelitian kualitatifdan kuantitatif
Untuk memhami metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara lebih mendalam, mak harus diketahui perbedaannya. Perbedaan antara metode kualitatif dengan kuantitatif meliputi tiga hal, yaitu perbedaan tentang aksioma, prosespenelitian dan karakteristikpenelitian itu sendiri.
Perbedaan Metode kualitatif dan kuantitatif : perbedaan aksioma dasar tentang sifat realitas, perbedaan dalam proses penelitian dan perbedaan dalam karakteristik penelitian.
1.      Perbedaan Aksioma
Aksioma adalah pandangan dasar.Aksioma penelitian kuantitatif dan kualitatif meliputi aksioma tentang realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan variable, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai.
Perbedaan aksioma anatara metode kualitatif daan kuantitatif yaitu :
a.       Sifat realitas
b.      Hubungan peneliti dengan hubungan yang diteliti
c.       Hubungan variable
d.      Kemungkinan generalisasi
e.       Peranan nilai
2.      Karakteristik Pnelitian
Dapat dikemukan Karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan and Biklen (1982) adalah sebagai berikut:
a)      Dilakukan pada kondisi yang alamiah (sebagai lawannya adaalh eksperimen), langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrument kunci.
b)      Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.
c)      Penelitian kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome.
d)     Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif.
e)      Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).





3.      Proses Penelitian
Perbedaan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif juga dapat dilihat dari proses penelitian. Proses dalam metode penelitian kuantitatif bersifat linier dan kualitatif bersifat sirkuler.
a.       Proses penelitin kuantitatif
Penelitian kuantitatif bertolak dari studi pendahuluan dari obyek yang diteliti (preliminary study) untuk mendapatkan yang betul-betu l masalah. Masalah tidak dapat diperoleh dari belakang meja., oleh karena itu harus digali melalui studi pendahuluan melalui fakta-fakta empiris.
b.      Proses penelitian kualitatif
Proses penelitian kualitatif juga dappat diibaratkan seperti orang asing yang mau melihat pertunjukan wayang kulit atau kesenian, atau peristiwa lain. Ia belum tahu apa, mengapa , bagaimana wayang kulit itu. Ia akan tahu setelah ia melihat, mengmati dan menganalisis dengan serius.

E.     Kapan Metode Kuantitatif dan Kualitatif digunakan
Berikut dikemukakan kapan sebaiknya kedua metode tersebut digunakan.
1.      Penggunaan metode kuantitatif
Seperti yang telah dikemukakan  bahwa, metode kuantitatif dalam buku ini meliputi metode survey dan eksperimen. Metode kuantitatif diguanakan apabila:
a.       Bila masalah yang merupakan titik tolak peneltian sudah jelas.
b.      Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.
c.       Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/ treatmen tertentu terhadap lain.
d.      Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian.
e.       Bila peneliti ingin mendapatkan yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur.
f.       Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu.
2.      Metode Kualitatif
Berikut kapan metode kualitatif digunakan:
a.       Bila masalah penelitian belum jelas, masih remang-remang atau mungkin malah masih gelap.
b.      Untuk memahami makna dibalik data yang tampak.
c.       Untuk memhami interaksi social.
d.      Memahami perasaan orang.
e.       Untuk mengembangkan teori.
f.       Untuk memastikan kebenaran data.
g.      Meneliti sejarah perkembangan.
F.     Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
               Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama, karena tujuan penelitia kualitatif adalah bersifat penemuan.Bukan sekedar pembuktian hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif.Namun demikian kemungkinan jangka penelitian berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, bila telah ditemukan sesuatu dan datanya sudah jenuh.
G.    Apakah Metode Kualitatif Dan Kuantitatif Dapat Digabungkan
               Setiapa calon peneliti harus memahami karakteristik ke dua metode tersebut, sehingga tahu pasti kapan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Jangan samapai menyatakan menggunakan metode kualitatif, karena tidak tahu atau takut dengan  statistic. Padahal meneliti dengan metode kualitatif benar, jauh lebih sulit daripada menggunakan metode kuantitatif.
               Menurut penulis, ke dua metode tersebut dapat digunakan bersama-sama atau digabungkan, tetapi dengan catatan sebagai berikut:
1.      Dapat digunakan bersama untuk meneliti obyek yang sama, tetapi yujua  yang berbeda.
2.      Digunakan secara bergantian.
3.      Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena pardigmanya berbeda.
4.      Dapat menggunkan metode tersebut secara bersamaan, asal ke dua metode tersebut telah difahami denga jelas, dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.
H.    Kompentensi peneliti kuantitatif dan kualitatif
Berikut ini dikemukakan kompetensi yang perlu dimiliki oleh peneliti kuantitatif dan kualitatif.
1.      Kompetensi Peneliti Kuantitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang ilmu yang akan diteliti,
b.      Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian yang betul-betul masalah,
c.       Mampu menggunakan teori yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti, dan merumuskan hipotesis penelitian,
d.      Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif, seperti metode survey, experiment, expost facto, evaluasi dan sejenisnya,
e.       Memahami teknik-teknik sampling,
f.       Mampu menyusun instrument untuk mengukur berbagai variable yang diteliti, mampu menguju validitas dan relibitas instrument,
g.      Mampu mengumpulkan data dengan kuisioner,
h.      Bila mengumpulkan data yang dilakukan oleh tim, maka harus mengorganisasi tim dengan baik,
i.        Mampu menyajikan data,
j.        Mampu memberika interprestasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis,
k.      Mampu membuat laporan secara sistematis, dan menyampaikan hasil penelitian ke fihak-fihak terkait,
l.        Mampu membuat abstraksi hasil penelitian, dan membuat artikel untuk dimuat ke dalam jurnal ilmiah.

2.      Kompetensi peneliti kualitatif
a.       Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang apa yang diteliti,
b.      Mampu menciptakan rapportkepada setiap orang yang ada pada konteks social yang akan diteliti.
c.       Memilki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian (konteks social)
d.      Mampu menggali sumber data denga observasi partisipan, dan wawancara mendalam secara tringulasi, serta sumber-sumber lain,
e.       Mampu menganlisis data kualitatif


BAB II
PROSES PENELITIAN, MASALAH, VARIABLE DAN PARADIGMA PENELITIAN
A.    Proses Penelitian Kuantitatif
               Setiap penelitian selalu berangkat dari masalah, namun masalah yang dibawa peneliti kuantitatif dan kualitatif berbeda. Dalam penelitian kuantitatif, masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan masalahdalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan.
               Setelah masalah diidentifikasikan, dan dibatasi, mak selanjutnya masalah tersebutdirumuskan.Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan.Teori yang digunakan dalam penelitian kuatitatif untuk menjawab rumusan masalah dan disebut hipotesis, maka hipotesis dapat diartika jawaban sementara terhadapa rumusan masalah penelitian.
               Hipotesis yang masih merupakan jawaban sementara tersebut, selanjutnya akan dibuktikan kebenarannya secara empiris/nyata. Untuk itu peneliti melakukan pengumpulan data.
               Meneliti adalah mencari data yang diteliti/akurat.Untuk itu peneliti perlu menggunakan instrument penelitian.Dalam penelitian social sering instrument yang digunakan untuk meneliti belum ada, sehingga peneliti harus membuat atau mengembangkan sendiri.Agar instrument dapat dipercaya, maka harus diuji validitas dan realibitasnya.
               Setelah instrumen teruji validitasdan realibitasnya, maka dapat digunakan untuk mengukur variable yang telah untuk diteliti.Instrument untuk pengumpulan data dapat berbentuk test dan nontest.Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis.
               Data hasil analisis disajikan dan diberikan pembahasan.Penyajian data dapat menggunakan tabel, tabel distribusi frekuensi, grafik garis, grafik batang, peichart (diagram lingkaran), dan pictogram.Dan diberi kesimpulan.
               Apabila  hipotesis penelitian yang diajukan tidak terbukti, maka perlu dicek apakah ada yang salah dalam penggunaan teori, instrument pengumpulan, analisis data, atau rumusan masalah yang diajukan.
B.     Masalah
               Pada dasarnya penelitian itu dilakukann dengan tujuan mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
1.      Sumber Masalah
               Masalah dappat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharuanya dengan yang benar-benar terjadi, anatar teori dengan praktek, anatar aturan dengan pelaksanaan, anatar rencana dengan pelaksanaan.
a.       Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
b.      Terdapat penyimpangan antar apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
c.       Ada penngaduan
d.      Ada kompetensi.
C.    Rumusan Masalah
               Rumusan masalah berbeda dengan masalah, rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabnnya melalui pengumpuan data.
1.      Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian
               Bentuk-bentuk rumusan masalah peneltian dikembangkan berdasarkan penelitian menrut tingkat eksplanasi.Bentuk masalah dapat dikelompokan ke dalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan assosiatif.
a.       Rumusan maslah deskriptif    
Adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variable mandiri.
b.      Rumusan masalah komparatif
Adalah rumusan penelitian yang membandingkan keberadaan satu variable atau lebih pada dua sampel yang berbeda, atau waktu yangn berbeda.
c.       Rumusan masalah assosiatif
Adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifatmenanyakan hubungan antara dua variable atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu:
1)      Hubungan simetris
2)      Hubungan kausal
3)      Hubungan interaktif/reciprocal/timbal balik
D.    Variabel penelitian
1.      Pengertian
               variable penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh infomasi tentang hal tersebut, kenudian ditarik kesimpulannya.
               Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variable adalah konstruk atau sifat yang dipelajari.Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan bahwa variable adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyk atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
2.      Macam-macam Variabel
               Menrut hubungan anatar satu variable dengan variable yang lain maka macam-macam variable dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:
a.       Variabel independen
b.      Variable dependen
c.       Variable Moderator
d.      Variable intervening
e.       Variable control.
E.     Paradima Penelitian
               Paradigm penelitian dalam hal ini diartikan sebagai pola piker yang menunjukan hubungan antar variable yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumusakan hipotesis, dan teknik analisis statistic yang akan digunakan.
1.      Paradigma sederhana
Paradigm penelitian ini terdiri atas satu variable independen dan dependen. Berdasarkan paradigam tersebut, maka kita dapat menentukan :
a.       Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua, dan assosiatif ada satu.
b.      Rumusan masalah assosiatif/hubungan (satu)
c.       Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam hiotesis deskriptif dan hipotesis assosiatif.
d.      Teknik analisis data.
2.      Paradigma sederhana
Dalam paradigm ini terdapat lebih dari dua variable, tetapi hubunngannya msaih sederhana.
3.      Paradigam Ganda dengan Dua Variabel Independen
Dalam paradigm ini terdaat dua variable I dependen dan satu dependen.Dalam paradigma ini terdapat 3 rumusan masalah deskriptif, dan 4 rumusan masalah assosiatif (3 korekasi sederhana dan 1 korelasi ganda).
4.      Paradigm ganda dengan tiga variable independen
Dalam paradigm ini terdapat tiga variable independen dan satu dependen.rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalh assosiatif  (hubungan) untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal1.
5.      Paradigm ganda dengan dua variable dependen
6.      Paradigma Ganda dengan Dua Variabel independen dan Dua Dependen
Dalam paradigam ini terdapat dua variable independen dan dua dependen.Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif, dan enam masalah hubungan sederhana.Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunkan menganalisis hubungan antar variable secara simultan.
7.      Paradigma Jalur
Dinamakan paradigm jalur karena terdapat variable yang berfungsi sebagai jalur antara variable.
F.     Menemukan Masalah
               Memukan masalah yang betul-betul masalah bukanlah pekerjaan mudah.oleh karena itu bila masalah penelitian telah ditemukan, maka pekerjaan penelitian telah 50% selesai.Dengan demikian pekerjaan menemukan masalah merupakan 50% dari kegiatan permasalah.


BAB III
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A.    Pengertian Teori
Teori adalah alur logika penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis.Secara umum teori mempunyai fungsi untuk menjelaskan (explanation), meramalkan (prediction) dan pengendalian (control) sautu gejala.
B.     Tingkatan dan Fokus Teori
Numan (2003) mengemukakan tingkatan teori menjadi tiga yaitu, micro, meso dan macro. Kemudian focus teori dibedakan menjadi tiga yaitu teori substansif, teori formal dan middle range theory.
C.    Kegunaan teori dalam penelitian
Kegunannya adalah teori akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, dan sebgai referensi untuk menyusun instrument penelitian.
D.    Deskripsi Teori
Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan-penjelasan variable-variabel yang diteliti, meliputi pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi, sehingga ruang lingkup, kedudukan dan referensi terhadap hubungan antar variable yang akan diteliti menjadi lebih jelas dan terarah.
E.     Kerangka Berpikir
Uma Sekaran dalam bukunya bussines research (1992) mengemukakan bahwa, kerangka  berpikir merupakan model konseptual tentang bagiman teori berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Proses penyusunan kerangka berfikir yaitu:
1.      Menetapkan variable yang diteliti
2.      Membaca buku dan hasil penelitian
3.      Deskripsi teori dan hasil penlitian
4.      Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian
5.      Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian
6.      Sintesa kesimpulan
7.      Kerangka berpikir
8.      Hipotesis
F.     Hipotesis
1.      Bentuk-bentuk Hipotesis
a.       Hipotesis deskriptif
b.      Hipotesis komparatif
c.       Hipotesis assosiatif
2.      Paradigm penelitian, rumusan masalah dan hipotesis
Pada setiap paradigma penelitian minimal satu rumusan masalah penelitian, yaitu masalah deskriptif.
3.      Karateristik hipotesis yang baik










BAB IV
METEODE PENELITIAN EKSPERIMEN
A.    Pengertian
               Metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.
B.     Beberapa Bentuk Desain Ekspaerimen
Terdapat beberapa bentuk desain eksperimen yang dapat digunakan dalam penelitian bisnis. Yaitu:
1.      Pre-Eksperimental design (nondesign)
               Dikatakan Pre-Eksperimental design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh.
Bnetuk-bentuk Pre-Eksperimental design yaitu:
a.      One-shot case study
b.      One-group pretest-posttest design
c.       Intact-group comparison
2.      True Experiment Design
               Dikatakan True Experiment Design, karena dalam desain ini, peneliti dapat mengontrol semua variable lua yang mempengaruhi jalannya eksperimen.
               Disini dikemukakan dua bentuk True Experiment Design yaitu :Posttes only Control Design dan pretest group design.
3.      Factorial Design
               Desain factorial merupakan modifikasi dari True Experiment Design, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variable moderator yang mempengaruhi perlakuan (variable independen) terhadap hasil (variable dependen)
4.      Quasi Experimental Design
               Bentuk desain eksperimen ini pengembangan  dariTrue Experiment Design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok control, tetapi tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen.
              
















BAB V
POPULASI DAN SAMPEL
A.    Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian  ditarik kesimpulannya.
               Jadi populasi buakan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
B.     Sampling
Sampe adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
C.    Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitan, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.
Teknik sampling di bagi dua yaitu:
1.      Probability sampling yang terdiri atas :
a.  Simple random samplinnng
b. Proportionate stratified random sampling
c.  Disproportionate stratified random sampling
d.       Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)

2.      Non Probability Sampling yang terdiri atas :
a. Sampling sistematis
b. Sampling kuota
c. Sampling incidental
d.      Purposive sampling
e. Sampling jenuh
f. Sanowball sampilnng.
D.    Menentukan ukuran Sampel
Makin besar jumlah sampel mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknya makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan generalisasi.
E.     Contoh Menentukan Ukuran Sampel
F.     Cara mengambil Anggota Sampel
Karena pengambilan sampel adalah random, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel.













BAB VI
SKALA PENGUKURAN DAN INSTRUMEN
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti akan menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data, sedangkan dalam penelitian kualitatif-naturalistik peneliti akan lebih banyak menjadi instrumen, karena dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan key instruments.
Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dengan skala pengukuran ini, instrumen tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif.
Macam-macam skala pengukuran dapat berupa, skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala rasio, dari skala pengukuran itu akan diperoleh data nominal, ordinal, interval, dan ratio. Berbagai skala sikap yang dapat digunakan untuk penelitian administrasi, pendidikan dan sosial antara lain sebagai berikut :
1.      Skala Likert, digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Instrumen penelitian yang menggunakan skala likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
2.      Skala Guttman, skala pengukuran tipe ini akan di dapat jawaban dengan tegas, yaitu “ya/tidak”, “benar/salah”, “pernah/tidak pernah”, dll. Skala guttman dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
3.      Semantic Defferensial, digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentunya tidak pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawabanya “sangat positif” terletak dibagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.
4.      Rating Scale, berbeda dengan tiga skala sebelumnya  yang hasil data yang diperolehnya semuanya adalah data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan. Tetapi dengan rating scale data mentah yang diperoleh berupa angka yang kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Rating scale lebih fleksibel dan tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja, tapi dapat juga untuk mengukur persepsi responden trerhadap sikap lain seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, kelembagaan, pengetahuan, kemampuan dll.
Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian.Jumlah instrumen penelitian tergantung pada jumlah variabel penelitian yang telah ditetapkan untuk diteliti.
Titik tolak dari penyusunan adalah variabel-variabel penelitian yang ditetapkan untuk diteliti. Dai variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan di ukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.Untuk memudahkan penyusunan instrumen, maka perlu digunakan matrik pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen.
Bentuk-bentuk instrumen mana yang akan dipilih tergantung beberapa faktor, diantaranya adalah teknik pengumpulan data yang meliputi angket, observasi, wawancara, dan gabungan ketignya yang akan digunakan. Angket digunakan bila responden jumlahnya besar dapat membaca dengan baik dan dapat mengungkapkan hal-hal yang bersifat rahasia.Observasi digunakan bila obyek penelitian bersifat perilaku manusia, proses kerja, gejala alam, responden kecil.Wawancara digunakan bila ingin mengetahui hal-hal dari responden secara lebih mendalam serta jumlah responden sedikit.Gabungan ketiganya digunakan bila ingin mendapatkan data yang lengkap, akurat, dan konsisten.
Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sedangkan hasil penelitian yang reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrumen.
Pengujian validitas instrumen, dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Pengujian Validitas Konstruksi
2.      Pengujian Validitas Isi (Content Validity)
3.      Pengujian Validitas Eksternal
Adapun pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal.Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya.Sedangkan secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu (Internal Consistency).










BAB VII
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Pengumpulan data dapat dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboraturium dengan metode eksperimen, di remah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, di jalan dan lain-lain. Bila dilihat dari sumbernya maka ada dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Dan bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik tersebut dapat dilakukan dengan wawancara, angket. Pengamatan, dan gabungan ketiganya.
A.    Interview (wawancara)
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan study pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah responden sedikit/kecil.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face) atau lewat telepon.
1.      Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentanng informasi apa yang akan diperoleh.
2.      Wawancara tidak tersruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pegumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
B.     Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengnan cara memberi seperangkat pertayaan atau pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
               Uma sekaran (1992) mengemukakan beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data yaitu:
1.      Prinsip Penulisan Angket
Prinsip ini menyangkut beberapa factor yaitu:
a.       Isi dan tujuan pertanyaan
b.      Bahasa yang digunakan
c.       Tipe dan bentuk pertanyaan
d.      Pertanyaan tidak mendua
e.       Tidak menanyakan yang sudah lupa
f.       Pertanyaan tidak menggirig
g.      Panjang pertanyaan
h.      Urutan pertanyaan
i.        Prinsip pengukuran
j.        Penampilan fisik angket
C.    Observasi
Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah peoses-proses pengamatan dan ingatan.
               Dari segi Proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation (observasi berperan serta) dan non participant observation, selanjutnya dari instrumentasi yang digunakan, maka observasi dapat dibedakan menjadi observasi terstruktur dan non terstruktur.


BAB VIII
ANALISA DATA
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau  sumber data lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data meliputi :
1.      Mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden
2.      Mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden
3.      Menyajikan data tiap variabel yang diteliti
4.      Melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah
5.      Melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan
Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistik yang dapat digunakan untuk analisis data dalam penelitian, yaitu :
1.        Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Yang termasuk dalam statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean, dll.
Dalam statistik deskriptif juga dapat dilakukan mencari kuatnya hubungan antara variabel melalui analisis korelasi, melakukan prediksi dengan analisis regresi, dan membuat perbandingan dengan membandingkan rata-rata data sampel atau populasi.Secara teknis dapat diketahui bahwa dalam statistik deskriptif tidak ada uji signifikansi, tidak ada taraf kesalahan, karena peneliti tidak bermaksud membuat generalisasi, sehingga tidak ada kesalahan generalisasi.
2.        Statistik Inferensial
Ini juga disebut statistik induktif atau statistik probabilitas, yang merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi.Statistik ini disebut statistik probabilitas, karena kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi berdasarkan data sampel itu kebenarannyabersifat peluang (probability).Statistik inferensial terdiri dari statistik parametris dan statistik nonparametris.
Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel.Statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi. Penggunaan statistik parametris dan nonparametris pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi, asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio.Sedangkan statistik nonparametris tidak menuntut terpenuhi banyak asumsi, data yang dianalisis tidak harus berdistribusi normal.Statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal.
Untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik terdapat dua hal yang harus diperhatikan, yaitu macam data yang berupa data nominal, ordinal, interval, atau ratio, dan bentuk hipotesis yang meliputi hipotesis deskriptif, komparatif, dan assosiatif.
BAB IX
CONTOH ANALISIS DATA PENGUJIA HIPOTESIS










BAB X
MASALAH, FOKUS JUDUL PENELITIAN, DAN TEORI DALAM PENELITIAN KUALITATIF
A.    Masalah dalam penelitian kualitatif
               Dalam penelitian kualitatif, akan terjadi tiga kemungkinan terhadap “masalah” yang dibawa oleh peneliti dalam penelitian. Yang pertama masalah yang dibawa oleh peneliti tetap, sehingga sejak awal sampai akhir penelitian sama. Yang kedua “masalah” yang dibawa peneliti setelah memasuki penelitian berkembang yaitu memperluas atau memperdalam masalah yang telah disiapkan.Yang ketiga “masalah” yang dibawa peneliti yang sudah memasuki lapangan berubah total, sehingga harus ganti “masalah”.
B.     Fokus Penelitian
Spardley dalam sanapiah Faisal (1988) mengemukakan empat alternatifuntuk menetapkan focus yaitu:
1.      Menetapkan focus pada permasalahan yang disarankan oleh informan
2.      Menetapkan focus terhadap domain-domain tertentu organisinng domain.
3.      Menetapkan focus yang memiliki nilai temuan untuk pengembangan iptek
4.      Menetapan focus berdasarkan permasalah yang terkait dengan teori-teori.
C.    Bentuk Rumusan Masalah
Berdasarkan level of exlplanation suatu gejala, maka secara umum terdapat tiga bentuk rumusan masalah, yaitu rumusan masalah deskriptif, komparatif dan assosiatif.
D.    Judul Penelitian Kualitatif
Dalam penelitian kualitatif, karena masalah yang dibawa oleh peneliti masih bersifat sementara, dan bersifat holistic (menyeluruh), makajudul penelitian kualitatif yang dirumuskan dalam proposal juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah memasuki lapangan. Judul laporan penelitian kualitatif yang bai justru berubah, berarti peneliti belum mampu menjelajah secara mendalam terhadap situasi social yang diteliti sehinga belum mampu mengembangkan pemahaman yang luas dan mendalam terhadap situasi social yang diteliti (situasi social-obyek yang diteliti).
E.     Teori dalam penelitian kualitatif
               Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahanyang dibawa oleh penelitimasih bersifat sementara, maka teori yang digunakan dalam penyusunan proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan atau konteks social. Dalam kaitannya dengan teori, kalau dalam penelitian kuantitatifitu bersifat menguji hipotesis atau teori, sedangkan dalampenelitian kualitatif bersifat menemukan teori.


BAB XI
POPOULASI DAN SAMPEL
A.    Pengertian
Terdapat perbedaan yang menadasar dalam pengertian antara pengertian “populasi dan sampel” dalam penelitian kuantitatif dan kualitatif.Dalam penelitian kuantitatif, populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek /subyek yang mempunyai kaulitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
B.     Teknik Pengambilan Sampel
Teknik sampling adalah merupakn teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.
Teknik sampling di bagi dua yaitu:
1.      Probability sampling yang terdiri atas :
a.  Simple random samplinnng
b. Proportionate stratified random sampling
c.  Disproportionate stratified random sampling
d.       Area (cluster) sampling (sampling menurut daerah)
2.      Non Probability Sampling yang terdiri atas :
a. Sampling sistematis
b. Sampling kuota
c. Sampling incidental
d.      Purposive sampling
e. Sampling jenuh
f. Sanowball sampilnng.




BAB XII
INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA
A.    Instrument Penelitian
Peneliti kualitatif sebagai human instrument , berfungsi menetapkan focus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisi data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas semuanya.
B.     Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkahnyang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah menapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yanag memenuhi standar yang ditetapkan.
1.      Pengumpulan data dengan obsevasi
a.       Macam-macam Observasi, yaitu :
1)      Observasi partisipatif
2)      Observasi terus terang atau tersamar
3)      Observasi tak berstruktur
b.      Manfaat observasi
1)      Dengan observasi di lapangan peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi social, jadi akan dapat diperoleh pandangan yang holistic atau menyeluruh.
2)      Dengan observasi maka akan diperoleh pennglaman langsung, sehinga memungkinkan peneliti menggunakan pendekatan induktif, jadi tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Dan lainnya.
c.       Obyek observasi
Obyek penelitian dalam penelitian kualitatif yang diobservasi menurut spardley dinamakan situasi social, yang terdiri atas tiga komponen yaitu: place (tempat), actor (pelaku) dan activities (aktivitas)
d.      Tahapan observasi
1)      Observasi deskriptif
2)      Observasi terfokus
3)      Observasi terseleksi
2.      Pengmpulan data dengan wawancara
Wawancara adalah merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topic tertentu.
a.       Macam-macam intview/wawancara
1)      Wawancara terstruktur (structured interview)
2)      Wawancara semi terstruktur (semistruture interview)
3)      Wawancara tak berstruktur.
b.      Langkah-langkah wawancara
Lincoln and guba dalam sanapiah faisal, mengemukakan ada tujuh langkah dalam penggunaan wawancara untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, yaitu:
1)      Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilakukan
2)      Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3)      Mengawali atau membuka alur wawancara
4)      Melangsungkan alur wawancara
5)      Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6)      Menuliskan hasil wawancara e dalam catatan lapangan
7)      Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh
c.       Jenis-jenis pertanyaan dalam wawancara
Patton dalam molleong (2002) menggolongkan enamjenis pertanyaan yang saing berkaitan yaitu:
1)      Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman
2)      Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat
3)      Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan
4)      Pertanyaan tentang pengetahuan
5)      Pertanyaan yang berkenaan dengan indera
6)      Pertanyaan berkaitan dengan latar belakang atau demografi
d.      Alat-alat wawancara
Supaya hasil wawancara dapat terekam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan atau sumber data, mak diperlukan bantuan alat-alat sebagai berikut:
1)      buku catatan
2)      tape recorder
3)      Camera
e.       Mencatat hasil wawancara
Hasil wawancara harus segera dicatat setelah selesai melakukan wawancara agar tidak lupa bahkan hilang.
3.      Teknik pengumpulan dta dengan dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bias berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya menumental dari seseorang.
4.      Tringulasi
Tringulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada.









BAB XIII
TEKNIK ANALISIS DATA
A.    Pengertian
Dalam peneliian kuantitatif , teknik analisis data digunakan sudah jelas, yaitu diarahkan untuk  menjawab umusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal.
Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan dat yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis.
B.     Proses Anlisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah di lapangan.
1.      Analisis sebelum di lapangan
2.      Analisis data di lapangan model miles an hubermen
a.       Data Reduction (reduksi data)
b.      Data display (penyajian data)
c.       Conclusion drawing/verification
3.      Analisis data selam di lapanngan model spardley
a.       Analisi domain
b.      Analisi taksonomi
c.       Analisis komponensial
d.      Analisis tema budaya









BAB XIV
VALIDITAS DAN REALIBILITAS PENELITIAN KUALITATIF
A.    Pengertian
Uji keabsahan data dalam penelitian biasanya hanya sering ditekankan pada uji validitas dan relibilitas.Dan terdapat dau macam validitas yaitu validitas internal dan validitas eksternal.
B.     Pengujian Validitas dan Reabilitas penelitian kualitatif
Dalam pengujian keabsahan data, metode penelitian  kualitatif menggunakan istilah yang berbeda dengan penelitian kuantitatif.
Jadi uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, credibility (validitas interbal), transferability (validitas eksternal), dependability (reabilitas), dan confirmability (objektivitas).
1.      Uji KredibiltasMacan-macamnya yaitu:
a.  Perpanjangan pengamatan
b. Meningkatkan ketenunan
c.  Triangulasi
1)      Tringulasi sumber
2)      Tringulasi teknik
3)      Tringulasi waktu
d.       Analisis kasus negative
e.  Menggunakan bahan referensi
f. Mengadakan membercheck
2.      Pengukjian transferability
3.      Pengujian dependability
4.      Pengujian confirmability







BAB XV
MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN
A.    Proposal penelitian kuantitatif
Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukan penelitiannya.
Sistematikannya proposal penelitian kuantitatif seperti ini:
I.       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakng
B.     Indentifikasi Masalah
C.     Batasan Masalah
D.    Rumusan Masalah
E.     Tujuan Penelitian
F.      Kegunaan Hasil Penelitian
II. LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A.    Deskripsi Teori
B.     Kerangka Berpikir
C.     Hipotesis
III. PROSEDUR PENELITIAN
A.    Metode
B.     Populasi dan Sampel
C.     Instrumen Penelitian
D.    Teknik Pengumpulan Data
E.     Teknik Analisis Data

IV. ORGANISASI DAN JADWAL PENELITIAN
A.    Organisasi Penelitian
B.     Jadwal penelitian
V. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Kemudian sistematika proposal penelitian Kualitatif yaitu:
I.       PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
B.     Focus penelitian
C.     Rumusan Masalah
D.    Tujuan Penelitian
E.     Manfaat Penelitian
II. STUDI KEPUSTAKAAN
A.    ………..
B.     ……......
C.     …………
III. PROSEDURN PENELITIAN
A.    Metode, dan alasan menggunakan metode
B.     Tempat Penelitian
C.     Instrumen Penelitian
D.    Sampel Sumber Data
E.     Teknik Pengumpulan data
F.      Teknik Analisis Data
G.    Rencana Pengujian Keabsahan Data
IV. ORGANISASI DAN JADWAL PEENELITIAN
A.    Organisasi Penelitian
B.     Jadwal Penelitian
V. BIAYA YANG DIPERLUKAN.


BAB XVI
METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN (research and development)
A.    Pengertian
Metode ini adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.
B.     Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan
Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yaitu:
1. Potensi dan  masalah
2. Mengumpulkan informasi
3. Desain produk
4. Validasi Desain
5. Perbaikan Desain
6. Ui Coba Produk
7. Revisi Produk
8. Ujicoba pemakaian
9. Revisi Produk
10.   Pembuatan produk masal
C.    Laporan Penelitian dan Pengembangan (R&D)
Laporan penelitian yang dibuat harus selalu dilampiri dengan produk yang dihasilkan berikut spesifikasi dan penjelasannya, lampiran yang berupa produk yang dihasilkan tersebut, dibuat dalam buku tersendiri, dan diberikan penjelasan tentang kehebatan produk tersebut.
D.    Contoh Judul Penelitian dan Pengembangan
E.     Contoh laporan Penelitian dan Pengembangan (R&D)